Wednesday, May 22, 2013

Tips jalan-jalan hemat di Seoul


Sudah banyak yang share sih sebetulnya, tapi gak apa deh ini sedikit hasil dari ke Seoul bulan Maret 2013 lalu,..

1. Selain tiket penerbangan, ada banyak reservasi yang bisa dilakukan sebelum berangkat.
Misal;
- Hotel/hostel bisa dapat yang lebih murah.
- Kalau berencana bepergian dengan ITX, pemesanan tiket bisa dilakukan jauh hari sebelumnya juga dan jadi bisa memilih tempat duduk.
- Nanta Show, Jump dan beberapa performance lain reservasi nya juga dilakukan jauh hari dan pilihan tempat duduk biasanya terbatas.
- Museum TUM, perlu reservasi beberapa hari sebelumnya dan per hari hanya menerima 20 tamu.


2. Kalau bujet terbatas bisa cari hostel yang tipe dorm. Tapi ini resikonya besar karena harus share toilet dan kebiasaan orang yang beda-beda. Beberapa hostel menyediakan mesin cuci yang bisa dipakai gratis (beli deterjen di mereka) jadi cukup menghemat laundry. Ada juga yang tidak.

3. Siapkan rencana perjalanan sedetil mungkin, buat perincian misalnya
- Hari-1 07.00 - 11.00: Bukchon Village (fee: free) Gyeongbokgung (fee: 3000 KRW) - Korean National Museum (fee: free), transportasi dari hotel misal dengan Seoul Metro dari sta. ... turun di sta... keluar exit ... (fee: ...)

4. Tukar uang ke KRW bisa dilakukan di Seoul tapi usahakan bawa USD, jangan mengandalkan Rp.

5. Untuk yang muslim, ada baiknya mencari hotel/hostel di sekitar Itaewon, jadi dekat masjid, dan tidak susah mencari makanan halal. Buat tulisan dalam hangeul 'saya tidak bisa makan daging apapun kecuali seafood' dan bawa kemana-mana siapa tahu diperlukan dan tunjukkan ke penjual. Kalau ada haramnya mereka akan bilang kita tidak bisa makan. Di Itaewon selain makanan arab, Turki atau India ada juga resto makanan melayu;

 


Resto halal di Nami


6. Jangan lupa menyesuaikan bawaan dengan musim, kalau musim dingin jangan lupa pakaian dan perlengkapan musim dingin. Yang paling penting sarung tangan 
'(bagusnya sarung tangan kulit tapi mahal.. yang bahan lain juga gak apa tapi punya beberapa jadi kalau basah ada gantinya), long john (atau teman saya ada yang pakai legging aja sebagai dalaman'), penutup kepala, sepatu yang tahan air dan tidak licin dan tentu saja winter coat. 

7. Hafalkan kata-kata standar seperti  'annyeong haseyo', 'annyeonghi gaseyo', ' gamsa hamnida',.. 'mian hamnida'.. dan biasakan berterima kasih sambil menunduk sedikit supaya orang senang dan bangsa kita jadi keliatan bangsa yang sopan..hehe

8. Makanan di Seoul mahal, jadi kalau mau hemat bawa lauk kering seperti rendang, kering tempe, abon dsb. Di minimarket biasanya disediakan oven microwave jadi bisa juga beli nasi instant atau mie instant dan dimasak sekalian. Bagi yang muslim perhatikan mie instant ini tidak tentu halal ya. 
 


9. Untuk kedatangan dan keberangkatan ke Seoul / Incheon, lebih nyaman dengan airport limo terutama kalau bawaan banyak. Biasanya tempat stop limo ini berdekatan dengan tempat-tempat tujuan wisata dan hotel/hostel. Jangan maksain naik KTX dari airport kecuali hotel/hostelnya dekat dengna Seoul station. Kalau untuk ke hotel nya harus ganti kereta beberapa kali lagi, akan cukup repot.

10. Beberapa huruf 'e' ternyata tidak diucapkan, misalnya Seoul pengucapannya 'Soul'. Incheon pengucapannya 'Inchon'. Soalnya sempat bingung ketika datang dan semua orang menyebutnya Inchon, sempat takut salah bandara..hehe 

11. Biasakan bawa tisu basah kemana-mana. Toilet di Seoul umumnya toilet kering jadi ya gitu deh. Toilet di shopping mal umumnya bersih, tapi ada beberapa kali juga ketemu yang gak di flush,.. ya sama aja sih seperti di Jakarta. Tapi di beberapa tempat toiletnya canggih banget contoh nya toilet dibawah ini, lokasi di TUM museum SK Telecom. Wih, saking banyaknya tombolnya dan dalam hangeul pula, sampai saya gak berani pake soalnya takut salah pencet.


12. Siapkan sepatu yang nyaman untuk jalan kaki yang jauh karena nggak ada ojek dan angkot ..hehe.. kebanyakan harus jalan kaki untuk jarak yang tidak ada bus/kereta. Taksi sih ada tapi umumnya supir taksi tidak bisa bahasa Inggris. Pakaian usahakan yang nyaman tapi keren, orang Seoul rata-rata modis jangan sampai keliatan kumuh aja diantara yang kinclong.

13. Kalau berencana kemana-mana dengan transportasi umum, begitu sampai di Seoul belilah T-Money. T-Money ini bisa dipakai untuk Seoul Metro (subway) bis dan bisa untuk belanja juga di toko-toko tertentu. Di Incheon ada dijual di toko GS-25. Butuh berapa? Sebagai gambaran, saya menghabiskan kurang lebih 24000 KRW untuk 7 hari di Seoul. Tapi beli secukupnya dulu juga tidak apa-apa misalnya beli 5000 KRW. Nanti kalau perlu top-up, harus menggunakan mesin. Rasanya semua mesin ada pilihan English dan gampang banget menggunakannya, tinggal ikuti petunjuk. Asalkan uang kita tidak lecek-lecek banget, biasanya tidak ada masalah.
Sekali perjalanan Seoul Metro rata-rata biayanya 1050 KRW dengan T-Money. Kalau beli kartu yang jenis single journey, jadi 1150 KRW. Lebih mahal. 

14. Transportasi; kalau tidak bisa bahasa Korea, naik subway/Seoul Metro lebih mudah karena hampir semua ada pengumuman dengan bahasa Korea, Jepang, Cina dan Inggris baik dengan suara maupun di layar display. Tapi siapkan kaki dan fisik karena naik turunnya banyak banget. Memang selalu ada eskalator tapi terkadang adanya di bagian lain. Naik sepeda sih enak juga, dan di kebanyakan eskalatornya disediakan 'rel' untuk membawa sepedanya juga.seperti dibawah ini:


Naik bus memang nggak terlalu capek tapi seperti halnya supir taksi, umumnya supir bus juga tidak bisa bahasa Inggris jadi kecuali kita tau persis dimana akan turun maka naik bis bisa jadi lebih murah dan juga nyaman.
Metro; biasanya malam dan pagi hari gerbong kereta jadi agak bau kecut karena orang-orang yang habis drinking,.. jadi kalau nggak kuat, siapkan masker. Atau mendekat ke orang-orang muda dan wanita, mereka lebih wangi-wangi..hehe

15. Entah kenapa kalau bertanya sesuatu dalam bahasa Inggris, saya lebih berhasil kalau nanya ke pemudanya. Jadi cari pemuda kira-kira usia mahasiswa yang lagi asik dengan gadgetnya dan earphone menempel di telinga. Umumnya mereka ini langsung nyaut dan English nya lumayan.

16. Di toko-toko juga ada set makanan yang tinggal dipanaskan, tapi hati-hati untuk yang muslim, ini umumnya haram. Lebih murah daripada makan di restoran yang per orangnya bisa berkisar 6000-7000 KRW(set makanan biasanya terdiri dari nasi, lauk dan beberapa jenis kimchi).

17. Nasi instant (yang bisa dipanaskan dengan oven microwave) harga paling murah di Daiso dan ada lebih banyak pilihan ukuran. Di toko GS25  sedikit lebih mahal jadi sebaiknya kalau ketemu Daiso, langsung borong sejumlah yang dibutuhkan :)


18. Orang Korea sepertinya terbiasa jalan kaki cepat, jadi kalau di peta atau dikasih tahu; ini cuma 15 menit jalan kaki, kalau saya bisa 1/2 jam jalan.. jadi siapkan fisik.

19. Shopping; untuk souvenier di Insa-dong lebih banyak pilihan tapi harga lebih murah di Namdaemun. Ada toko yang bisa ditawar murah tapi tidak bisa kasih struk untuk pengembalian tax-free. Kosmetik ya Myeongdong tapi ditempat-tempat lain juga bertebaran toko-toko seperti face shop, skin republic, innisfree, etude.. yang saya tahu untuk eye liner etude harganya beda jauh dengan di Jakarta, lebih dari 2x lipat.
Setiap belanja kita dikasih sample masker, krim-krim, foundation gratis dan jangan lupa kalau belanja > 30000 KRW coba tanyakan apakah bisa mengurus tax-free refund dan langsung urus slip untuk refundnya. Lumayan. Toko-toko besar dan branded seperti e-mart dll pasti ada.

20. Untuk mengambil uang refund dari tax-free, ada counternya di Incheon tapi sebelumnya barang-barang yang dibeli usahakan dikumpulkan di satu tas karena nantinya tas itu akan diberi tanda. Tidak diperiksa satu-satu sih tapi hanya diberi tanda saja tas nya dan masuk bagasi nya lewat tempat khusus yang terletak disebelah counter tax-free refund. Aturan lengkapnya disini;
http://www.visitkorea.or.kr/enu/SH/SH_EN_7_1_4.jsp

Selamat jalan-jalan! 

*tulisan ini untuk sahabat baik saya @changsky80 yang sudah menginspirasi dan rela digangguin untuk berbagai info tentang S Korea. Gomaweo, chingu!

No comments:

Post a Comment