lyta's days

Wednesday, January 30, 2008

PinDaH !!


Haloooo
Aku memutuskan untuk pindah!


Sekarang aku di erlytha.multiply.com, soaleee.. berikut alasannya:


- nyaris semua yang kukenal punya mp (gak mau ketinggalan dong !)
- di blogspot, agak susah menjalin komunikasi sesama blogger. Fiturnya untuk reply nya kurang praktis kali ya. shoutbox juga beberapa kali offline.
- di mp, kayaknya enak aja menjalin komunikasi.
Ayooo kita trial dulu dehh... kunjungi aku yaa



picture taken from : http://www.midlandtechnical.co.uk/Images/moveHouse.jpg

Thursday, January 24, 2008

Si anak kecil pindah!


Sedih juga.

Walaupun dia tuh belum lama-lama banget disini, tapi ternyata banyak gunanya :D
Semoga deh disana ada cowok baik alim ganteng tajir .. hahaha.. yang kecantol kamu ya dek
good luck !!

Thursday, January 03, 2008

My beloved hub/musholla/nursing room


Apaan nih?
Ini resminya hub room, tapi aku pakai aja untuk tempat aku sholat dan acara perah memerah ASI.
Musholla wanita sih ada, tapi cuma muat untuk 2 orang (3 lah kalo mau desek-desekan) sedangkan disini tuh privat banget,..hehe.. alhamdulillah.
Cuman harus hati-hati banget,.. salah jalan sedikit dan keserimpet kabel, down deh seisi kantor.
:)

Labels:

Poltek UI TL'93, 10 tahun kemudian


Posting telat lagi nih. Yah setelah 10 tahun lulus dari almamater tercinta, gini deh. Ada yang tambah ndut (banyakk!!) ada yang stay kurus dengan segala daya tariknya (hehehe apa coba).
Terharu juga, setelah sepuluh tahun kami tetap saling kontak, saling kangen dan semangat banget untuk ketemuan. Kali ini lengkap dengan junior dan para istri/suami. Agenda berikutnya sih mau jalan bareng kemana gitu, gak harus di jakarta. Semoga aja jadi :)


Labels:

Thursday, November 15, 2007

Menu MPASI Cinta - 18 Hari Pertama

Hari 1, 2 dan 3 jam 7 pagi.
Bubur beras merah
(dibuat dari ~ 2 sdm tepung beras merah yg sudah dimasak + 20 ml ASI)

Hari 4, 5 dan 6 - jam 7 pagi
Bubur beras putih
(dibuat dari ~ 2 sdm tepung beras putih yg sudah dimasak + 20 ml ASI)

Hari 7
jam 7 pagi
Bubur havermut (dibuat dari ~ 2 sdm havermut halus yg sudah dimasak + 20 ml ASI)
jam 5 sore
Bubur beras merah

Hari 8
jam 7 pagi
Bubur havermut
jam 5 sore
Bubur beras putih

Hari 9
jam 7 pagi
Bubur havermut
jam 5 sore
Bubur beras merah

Hari 10
jam 7 pagi
Puree kentang (dibuat dari ~ 2 sdm kentang kukus yg dihaluskan+ 20 ml ASI)
jam 5 sore
Bubur beras putih

Hari 11
jam 7 pagi
puree kentang
jam 5 sore
Bubur havermut

Hari 12
jam 7 pagi
puree kentang
jam 5 sore
Bubur beras merah

Hari 13
jam 7 pagi
Bubur kacang hijau (dibuat dari ~ 2 sdm kacang hijau halus yg sudah dimasak + 20 ml ASI)
jam 5 sore
Bubur beras putih

Hari 14
jam 7 pagi
Bubur kacang hijau
jam 5 sore
Bubur havermut
----------------------------------------------------------------------
Hari 15
jam 7 pagi
Bubur kacang hijau
jam 12 siang
puree kentang
jam 5 sore
Bubur beras merah

Hari 16
jam 7 pagi
puree labu (dibuat dari ~ 2 sdm labu/kabocha kukus halus + 20 ml ASI)
jam 12 siang
Bubur beras putih
jam 5 sore
Bubur havermut

Hari 17
jam 7 pagi
puree labu
jam 12 siang
puree kentang
jam 5 sore
Bubur kacang hijau

Hari 18
jam 7 pagi
puree labu
jam 12 siang
Bubur havermut
jam 5 sore
Bubur beras merah


semoga bermanfaat

Tuesday, November 06, 2007

Cinta dan MPASI-nya

Waktunya untuk Cinta mulai MPASI (Makanan Pendamping ASI).

Namanya juga pendamping, jadi kebutuhan pokoknya sebetulnya hanya ASI, sedangkan makanan hanya pengenalan.

Ini berlangsung sampai dia berusia 1 tahun, pada saat dia mulai table food (makanan yang sama dengan makanan orang dewasa.

Waktu Ryan MPASI dulu... cukup pontang panting juga. Karena dia menyusu sejak aku pulang kerja sampai dia tidur dan mulai menyusu lagi begitu bangun pagi.. satu-satunya jalan adalah aku bangun lagi tengah malam untuk menyiapkan MPASI nya besok pagi.

Kejadian lah.. jam 2 malam bangun menyiapkan 2 menu; buat Ryan dan buat seisi rumah (karena waktu itu punya 1 PRT yang pulang sore untuk urus Ryan sekaligus urus rumah, jadi ya kerja bakti banget :) )

It was a very challenging time I would never forget but hei, anyone would do anything for their kid - wouldn't they (Yah kalo inget sih ntar kalo udah gawe beliin mama tas ama baju yang baguuus ya Ryan - kidding)


Cinta mulai MPASI tanggal 21 Oktober 2007.

Mulainya bingung banget, dulu Ryan mulai dengan makanan instan dan sempat homemade juga sih tapi udah lupa.. untung aku gabung ke milis sehat dan asiforbaby. Tinggal masukin keyword MPASI di mailbox gmail (yg isinya sudah 13000-an unread), muncullah hundreds email tentang MPASI. Juga web sehat kebetulan topiknya juga MPASI (www.sehatgroup.web.id)
Setelah liat sana sini.. nyontek sana-sini.. siippp mulai deh persiapan MPASI untuk Cinta.

Feeding set, kebetulan dapat kado feeding set Pigeon dan Tommy Tippee. Lumayan gak usah beli lagi.
Jadi yang disiapkan adalah as a start.............

peralatan
satu mangkuk kecil untuk makan

dua sendok makan bayi - satu untuk disuapkan satu lagi untuk dipegang Cinta - dia sua mau ikutan menyuap soalnya jadi mending dikasih sendok sendiri.

dua mug kecil bertutup - ini untuk persiapan makan siang dan sore, dua bulan pertama kan baru satu jenis makanan sehingga mug ini cukup.

bib (itu lohhh celemek makan)

blender

panci stainless (jangan teflon - kalo teflon nya rontok dan masuk ke badan kan gak baik)

bahan

Kebetulan banget ada yang jual tepung beras merah dan beras putih organik! mantaff !
Disini detailnya : gasolpertanianorganik.com
Teh Ika yang punya Gasol ini juga ramah bangettt.. sewaktu telpon untuk pesan, dilayani dengan sangat ramahnya plus dikasih tips-tips bikin MPASI. Duh senengnyaaa thanks ya Teh, semoga bisnisnya selalu lancar, amin.

Balik ke topikk
Rencananya bulan pertama Cinta akan makan semuanya insya Allah buatanku sendiri dongngng.. semoga gak sampai terjamah makanan instan ya Nak.
Yaitu
Tepung Beras Merah
Tepung Beras Putih
Havermut
Kacang hijau
Puree kentang
Puree labu (kabocha)

Cara
Kalau tepung beras, sudah dibantuin Teh Ika (again, thanks Teh!!). Baik tepung beras merah maupun tepung beras putih dimasak sekaligus banyak (sepanci kecil), jadi beberapa sendok tepung dicampur air dan diaduk. Airnya dikira-kira aja sampai tepungnya cair. Kemudian dimasak sampai mendidih. Adonan akan mengental seperti bubur sumsum. Ini aku buat bulatan kira-kira 1-2 sendok makan, dan disusun terpisah di tempat makan tupperware. Setiap pagi, aku tinggal thawing satu bulatan untuk makan.
Jadi satu bulatan ini setelah mencair, aku campur dengan ASI ~20 ml dan diaduk. Kalau masih dingin, mangkuk makannya aku rendam air hangat sampai makanan ini cukup hangat, karena Cinta tidak mau makanan atau ASI yang dingin. Cara membekukan makanan ini aku dapat dari www.wholesomebabyfood.com

Havermut
, beli jadi yang 'quick cook' - kata ibu-ibu di milis jangan yang instant. Kalau ada dana mungkin bagusnya beli oatmeal 'beneran' deh.. agak mahal sih kalo gak salah. Nah havermut ini aku blender menjadi tepung. Untuk dimakan, aku siapkan frozen seperti tepung beras, jadi ya dimasak, dibulatkan dan dibekukan.

Kacang hijau, informasi yang aku peroleh adalah, kacang hijau ini dibuat tepung dulu. Yaitu disangrai, ditumbuk dan disaring. Aku agak ragu sih, gimana ya nilai gizi nya setelah proses tersebut dan juga gak ada waktu banyak. Jadi aku pilih caraku sendiri: kacang hijau dimasak sampai lunak, trus diblender sampai halus. Pada waktu membulatkan nya agak susah karena kacang hijau ini lebih cair, jadi aku buat asal terpisah aja, supaya gampang diambil dalam keadaan beku.

Kentang dan labu, proses nya sama yaitu dikukus, kemudian dilumatkan. Yang sudah halus disimpan lagi seperti tepung. Labu sedikit cair seperti kacang hijau, jadi perlakuannya sama sih, asal terpisah aja.

pelaksanaan

Hari pertama ternyata kami ada acara yang tidak bisa dibatalkan! Buyar deh. Tapi sorenya aku mau coba ah,..

Cinta aku dudukkan di strollernya - karena kami nggak punya high chair hehehe..dan dia juga belum bisa duduk tanpa support. Lengkap dengan bib nya (ini bekas Ryan).
Satu sendok tepung beras merah aku dekatkan ke bibirnya dan aku biarkan dia mengecap, ooohh dia nggak mau. Ya sudah, aku tungguin aja sambil dikit-dikit aku miringkan sendok, supaya ada yang tertumpah ke mulut mungilnya. Alhasil,.. hari pertama hanya dua sendok yang masuk.

Kami mulai dengan satu jenis makanan, sekali sehari. Minggu kedua, ditingkatkan menjadi dua kali sehari. Minggu ketiga, ditingkatkan lagi menjadi 3 kali sehari. Setiap jenis makanan diberi waktu 3-4 hari sebelum diganti jenis lain. Aku akan posting menu nya di posting berikutnya ya.

Ini berlangsung sampai 2 minggu ternyata, Cinta masih belajar menerima, dan menelan. Aku dan si mbak juga belajar banyak.
Kapan dia akan makan dengan senang
Kapan dia nggak mau makan (ternyata kalau ngantuk berat atau lapar berat, dia akan ngamuk menolak makan)
Apa saja yang dia suka, dan makanan bagaimana yang dia suka.
Mula-mula dia maunya makanan yang sangat cair, nyaris seperti ASI tapi ada bulir-bulir makanan. MPASI yang 'keset' akan langsung membuatnya ngamuk.
Dia paling suka labu. Rupanya manis ya. Kacang hijau dia paling nggak suka. Jadi kalau waktunya kacang hijau, ASI nya diperbanyak deh.

Setelah dua minggu, Cinta mulai terbiasa duduk manis dan makan dengan lahap. Dia masih belajar minum dari mug (aku pakai mug kecil medela, untuk minum air sesudah makan). Dan masih sering tumpah-tumpah. Mug kecil ini paling sering ditendang atau disenggol sampai tumpah.
Banyak hal yang bikin kami tertawa. Ryan juga sering 'nemenin' adiknya makan, kalau aku mulai nyuapin, Ryan buru-buru ambil piring dan makan sambil ngajak ngobrol adiknya. Ya, sekarang dia sayang banget sama adiknya, semoga untuk seterusnya selalu begini.

Aku sendiri belum begitu repot - thanks to the frozen food system. Selesai menyusui malam - kalau Cinta sudah tidur, pekerjaan rutin ku adalah mencuci botol dot (harus aku sendiri karena sangat berminyak - si mbak suka gak bersih), menyiapkan botol-botol ASIP.

Makanan bisa aku siapkan paginya, tinggal memindahkan bulatan-bulatan makanan ke mug-mug bertutup untuk pagi, siang, sore. Gampang deh.


Labels:

Monday, November 05, 2007

Lebaran 2007, Yogya

Kami Lebaran di Yogya.


Berangkat dengan penuh perjuangan (24 Jam Jkt-Yogya) dan sampai di Yogya ketika semua prosesi Lebaran sudah selesai,.. well.. we still did have the fun of gathering though.


Khususnya Ryan, yang akhirnya bisa ngumpul juga dengan sepupu-sepupunya. After all - mereka gak seumuran sih, jadi ya susah juga maksainnya. Tapi ternyata di Yogya kemaren nyambung aja tuh. Mungkin buat yang besar-besar, Ryan gak bisa jadi 'resource' - kurang asyik. Tapi buat Ryan, kesempatan bergaul dengan sepupu yang lebih besar ini ternyata menarik sekali. Kalau kami jalan sendiri (misal waktu ke Kasongan) dia ribut minta 'pulang' ke rumah Yangkung. Baru ketika dijelaskan bahwa semua orang sedang jalan ke tempat yang terpisah, dia mau diam.



Kami cuma bareng waktu ke Borobudur. Alhamdulillah akhirnya sampai juga kesini, walaupun aku dan Cinta cuma duduk-duduk di taman bawah. Tapi seneng banget akhirnya bisa lihat Borobudur dari dekat. Amazing. Orang Jawa jaman dulu aja udah hebat ya!


Di Kasongan, kami beli kerajinan meja-bangku set dari tanah liat seperti dibawah ini



Cantik ya?
Juga enggak mahal, harga satu set 170rb, dengan ongkos kirim ke Depok jadi 320rb. Aku juga beli vas tinggi, harga 20rb.


Wisata boga gak banyak, tapi kami sempat ke iga sapi bali yang sempat bikin heboh milis JS itu. Iga bakar nya memang empuk dan mudah dilepas dari tulang. Enak dan harga juga gak bikin menjerit. Gak pedas-pedas amat ah. Kuah nya yang mrica banget, jadi pedas mrica bukan cabe. menurut lidah awamku loh ya. Trus kata si Papa masih enakan Tata Ribs (yang gak pernah aku datengin itu hehehe). Sosis bali nya sedang habis. Trus kami juga pesan ayam betutu. Koq menurutku biasa aja ya? Gak heboh. Sawahnya kayaknya habis panen jadi masih kering kerontang.



Wednesday, October 24, 2007

Cinta jadi sarjana ASIX

Alhamdulillah,
21 Oktober yang lalu Cinta genap 6 bulan dan lulus ASI eksklusif.

Gak berasa walaupun cukup pontang-panting juga.

Flash back ah..

3 minggu menjelang cuti melahirkan berakhir

Saatnya latihan minum ASI dari sendok. Aku beli sendok khusus yang bahannya lentur, lembut dan ujungnya nggak tajam.

Berdasarkan bahan-bahan yang aku baca, yang memberikan ASI perah ini harus orang lain, bukan aku. Supaya Cinta tidak bingung nantinya. Jadi dia taunya kalau dari aku pasti langsung, sedangkan yang disendokkan adalah dari orang lain.

Kami bingung antara mencari baby sitter atau PRT. Pertimbangannya, tidak ada jaminan baby sitter akan lebih baik. Mungkin lebih pintar sedikit, tapi soal jujur atau tidaknya ya sama saja. Aku sedikit takut ketika baca posting seorang blogger, yang baby sitternya mengadu ke yayasan dan minta pulang karena makanannya makanan kemarin. Padahal makanan tersebut masih layak makan dan seisi rumah makan makanan yang sama. Mereka juga menuntut kamar sendiri dll. Oh my. Ribet, apalagi dengan situasi rumah Cilandak yang serba kecil.

Pagi-pagi, ibu Haji tetangga kami mengantarkan seseorang yang sedang cari kerja. Alhamdulillah, aku coba deh.

Mulailah Cinta disuapi ASI oleh si mbak. Sayang, sepertinya mbak ini gugup. Sampai keringatnya menetes (untung bukan ke ASI!). Besoknya dia mundur, dengan alasan tidak bisa mengurus bayi. Okay.

PRT berikutnya dibawakan kakakku dari Banten. Ini lebih tertib, telaten mengurus anak dan cantik! Kata orang mirip Nabila Syakieb..hehe.. gak penting deehh

Aku perhatikan kami semua ternyata blo'on deh urusan suap menyuap ASI ini. Akhirnya kami putuskan untuk ke Carolus. Si Mas ambil cuti, dan pergilah kami di hari kerja (supaya tidak penuh) ke klinik Laktasi Carolus.

Baru kali ini ke Carolus. Rumah sakitnya sudah tua, jadi inget RSU Balikpapan yang di Gunung Sari. Tapi perawat nya canggih-canggih. Sewaktu Cinta di timbang, perawat minta semua pakaian dan diapers dibuka. Ribet sih, tapi aku senang karena dapat hasil berat yang akurat (semoga timbangannya bener hehe).

Aku ditanya apakah ingin konsultasi dengan dokter atau bidan, kalau dokter aku harus mengantri. Menurut seorang teman, bu bidannya lebih enak karena gak sungkan-sungkan. Dokter sedikit ja'im. Jadi aku pilih ke bu bidan.

Menunggu gak berapa lama, aku dipanggil masuk ke ruangan sederhana. Aku diberi tahu hal-hal mendasar tentang menyusui dan bahwa sudah tepat untuk berkonsultasi 2 minggu sebelum masuk kerja, jadi bayi mulai latihan minum ASI tidak langsung.

Pelajaran memerah, ternyata praktek langsung, jadi bu bidan langsung memerah dan menunjukkan bahwa hasilnya bisa banyak. Setelah itu diajari pijat ASI dengan 3 gerakan masing-masing 30 kali, diakhiri kompres air hangat-dingin selang-seling 10x. Hadawww deh rasanya.

Kemudian mbak ku, dua-duanya diminta masuk untuk dilatih meminumkan ASI. Jadi sekarang tidak pakai sendok lagi karena baik bayi maupun mbak nya harus sabaaaar banget. Suster mengenalkan mug kecil seperti untuk minum obat batuk ukuran 30 ml, merek nya Medela. Ada lengkung yang cocok untuk ukuran mulut bayi disitu, jadi pas untuk diminumkan. Harganya Rp.10.000. Aku juga beli botol kaca untuk menyimpan ASI, harganya Rp.2500 kalau gak salah.

Aku jadi sedikit lebih tenang.

Hari berikutnya Cinta mulai latihan minum dengan mug medela. Aku lihat koq beberapa kali tersedak ya. Haduuuhh gimana duong. Si Mbak yang dari Banten juga mulai terserang penyakit malarindu tropikangen sama pacarnya. Akhirnya dia kami pulangkan dengan segala perjuangan kakakku nganterin dia ke kampungnya di Banten sana. Dooohh bilang kek kalo cuman pengen jalan-jalan ke Jakarta!

Mbak yang satu lagi aku mulai latih meminumkan ASI ke Cinta. Koq tetap susah ya, banyak terbuang dan sering keselek - aku khawatir jadinya.

Mulai deh mikir untuk meminumkan dengan botol. Temen-temen se'angkatan' melahirkan ternyata menyerah.. gak bisa pakai sendok / mug karena repot banget, orang rumah protes dll.. kalau aku sih aku takuuut banget Cinta keselek kalau pakai mug sementara kalau pakai sendok.. sudah dicoba ternyata susah banget, Cinta ngamuk gak sabar dan mbak nya jadi gugup. This happen to 3 assistant of mine dan nyari mbak tuh di Jakarta sekarang susah banget.. mereka berpindah dengan entengnya.

Setelah aku baca-baca lagi,.. resiko bingung puting akan terjadi kalau bayinya diatas 4 bulan - cmiiw- dan yang penting adalah jangan sampai kita yang memberikan botol. Bayi itu pintar, dia hafal yang mana ibunya dari bau (wangi kali! ) dan suara.

Bismillah.. akhirnya Cinta minum ASI pakai botol! Mungkin bukan contoh yang baik yaaaaa... ibu lain sebaiknya pakai sendok atau mug deh.. ini semua karena keterbatasanku, juga dua rekan lain dengan kondisi sama juga belajar dengan botol dah alhamdulillah gak bingung puting.

Aku mulai stok ASI di botol-botol kaca dari Carolus dan setelah aku pikir-pikir, botol bekas selai juga bisa kan? ok. Trus botol UC1000, tutup nya diganti dengan tutup Zestea (karena tutup UC1000 seng, takut karatan). Kalau tutup minuman yang lain gak pas. Sosro green tea juga katanya pas tapi aku belum coba. Botol ini enaknya lubangnya pas banget jadi ASI gak nyemprot-nyemprot kemana-mana waktu diperah. Aku juga siapin plastik Gerber, waktu itu Rp.50rb isi 25, just in case...

Satu minggu menjelang kerja
Kami ke Bandung!
Untuk refreshing deh... Insya Allah mbak yang sekarang akan bawa temannya untuk kerja jadi kami ada 2 PRT untuk jaga anak dan rumah. Pasrah, berangkat deh. Senin nya sudah masuk kerja.
Jadi Cinta punya waktu sabtu, minggu untuk belajar minum.

Hari H
Akhirnya hari yang di'takut'kan itu datang juga.
Aku menyiapkan 5 botol ASI yang diberi nomor, nomor 1 - 5. Di dinding aku tuliskan nomor botol dan isinya. Si Mbak aku minta menuliskan disampingnya, jam berapa diminumkan dan habis atau tidak. Kalau nggak habis, dia aku minta menulis berapa sisanya. Ini untuk bekalku menentukan berapa kira-kira yang akan disiapkan untuk esok hari.
Jadi aku buat begini
1. 90 ml
2. 100 ml
3. 100 ml
4. 100 ml
5. 100 ml

Karena kami mau pindah rumah, aku putuskan kali ini aku gak akan pulang ke rumah di jam makan siang. Nanti Cinta terbiasa menyusu di jam tersebut dan akan susah kalau nanti pindah, karena lokasi rumah baru jauh bo. Takutnya seperti Ryan dulu, di atas jam 11 dia sudah nggak mau minum susu botol lagi.

Aku ke kantor dengan membawa gelas tupperware untuk ASIP. Tempat memerah, aku sudah berencana untuk memakai ruang ganti teknisi wanita karena memang untuk satu orang jadi gak ada penonton. Disitu juga ada washtafel.
Jam 10, aku mulai memerah. Senangnyaaa karena dapat banyak.
Aku memerah lagi setelah makan siang dan jam 4 setelah sholat Ashar.
Dari 3 waktu itu gelas besar itu penuh. Mungkin hampir 500 ml. Oh Senang!
Dari posisi bersila di lantai aku bangkit, tapi mungkin karena antara terlalu bersemangat dan juga kepingin buru-buru balik kerja, gelasku menyenggol gantungan handuk!! dan tumpahlah semua hasil perahanku hari itu. !!
Huaduuuuhhhh... rasanyaaaa...

Dan ternyata ruangan kecil itu jadi bau banget. OB sudah ngepel pakai air panas, pewangi dll masih juga tercium bau menusuk itu. Duh maaf ya ..

Labels:


Google Custom Search